Sekelompok Bapak-bapak tua menarik perhatian saya sebelum acara ini, Dengan penampilan klasik ala Minangkabau dan berkelakar dengan seumuranya sepertinya di sini juga ajang beliau-beliau ini reunian di pasar tempat kegiatan pacu jawi di adakan.
Panitia
Melihat Foto di atas pasti yang terlintas adalah bandar taruhan pacu jawi, Sayang nya di sini tidak ada perjudian, Bagi pemilik sapi maupun joki ini semua sebatas hobi dan kegiatan ini juga merupakan budaya tradisional untuk hiburan di Tanah Datar setiap habis panen, Jika sempat hadir pada acara pembukaan atau penutupan kita akan dapat menikmati acara alek pacu jawi dan rentetan acara adat di sini, Para Datuak Atau Penghulu dari masing-masing kaum juga akan hadir serta para bundo kanduan dan Baban Basinggulaung nya puntak pernah absen sebagai tanda partisipasi dalam ke giatan alek nagari, Dan pasti ada Anak Nagari
dengan Tari-tarian tradisionalnya.
Gigik Topi
Gigik Ikua
Saat salah satu jawi berlari lebih lambat dari pasangannya, Itulah hal yang paling unik karna sang joki akan menggigit ekor jawinya yang bercampur lumpur. Melirik kegaris star tak jarang sapi berontak saat di persiapkan untuk bertanding, Di butuhkan kebersamaan dan kekompakan para peserta untuk memeganginya sebelum sang joki bertengger dan siap untuk beraksi, Kadang jawi-jawi ini mengarah ke kerumunan penonton, Atau para fotografer yang biasanya berdiri di sebelah garis finis, Dan bagi saya itulah saatnya untuk lari. Sungguh asik, unik dan menantang.
Suasana Di Garis Star
heeyyah..
Curi star
Suasana Penonton
Sapidermen
Kembali Ke Star
Lari Jang











